Tracer Study

Salah satu cara untuk menggali informasi berkaitan dengan transisi dari kuliah ke pekerjaan adalah dengan melaksanakan suatu studi yang disebut sebagai tracer study. Tracer study adalah studi mengenai lulusan lembaga penyelenggara pendidikan tinggi (Schomburg, 2003). Istilah lain yang juga sering digunakan adalah “Graduate Surveys”, “Alumni Researches”, dan “Follow-up Study”. Tracer study adalah studi pelacakan jejak lulusan/alumni yang umumnya dilakukan 1-3 tahun setelah lulus dan bertujuan untuk mengetahui outcome pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan tinggi ke dunia kerja, situasi kerja terakhir, dan aplikasi kompetensi di dunia kerja. Output pendidikan yaitu penilaian diri terhadap penguasaan dan pemerolehan kompetensi, proses pendidikan berupa evaluasi proses pembelajaran dan kontribusi pendidikan tinggi terhadap pemerolehan kompetensi serta input pendidikan berupa penggalian lebih lanjut terhadap informasi sosiobiografis lulusan. Tracer study dapat menyediakan informasi untuk kepentingan evaluasi hasil pendidikan tinggi dan selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnaan dan penjaminan kualitas lembaga pendidikan tinggi bersangkutan. Di samping itu tracer study juga menyediakan informasi berharga mengenai hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja profesional, menilai relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders), dan kelengkapan persyaratan bagi akreditasi pendidikan tinggi.

Tracer study menjadi kewajiban bagi PT dalam rangka pengembangan PT dan dijadikan salah satu syarat kelengkapan akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), juga merupakan kelengkapan dalam dokumen Evaluasi Diri yang diperlukan dalam pengajuan proposal melalui Kemenristekdikti. Meskipun demikian, dalam kenyataannya, tracer study yang dilakukan masih sangat bervariasi dari segi kualitas. Pemanfaatan informasi yang diperoleh juga belum optimal. Akreditasi dilakukan di level fakultas atau program study dan dengan demikian tracer study biasanya dilakukan di level fakultas/program studi. Akibatnya gambaran utuh di tingkat universitas atau antar-universitas belum tersedia.

Tracer study paling tepat dilaksanakan oleh Pusat Karir di tingkat PT karena, (1) memiliki populasi target yang sama, yaitu lulusan baru, (2) menghindari terjadinya ketimpangan pelayanan bagi mahasiswa dan lulusan akibat tidak meratanya kemampuan fakultas/program studi (3) pelaksanaan tracer study menjadi terinstitusionalisasi sehingga dapat lebih terjamin regularitasnya, (4) posisi Pusat Karir di struktur PT memungkinkan alokasi sumber daya bagi pelaksanaan tracer study, (5) efisiensi sumber daya dan (6) efektivitas pemanfaatan hasil karena terjaminnya komparabilitas data.

Adapun diadakan Tracer Study bertujuan untuk:

  1. Memetakan struktur, sistem, dan fungsi Pusat Karir PT
  2. Menjamin pelaksanaan tracer study di Pusat Karir PT.
  3. Memetakan kegiatan lulusan PT di dunia kerja.
  4. Memetakan kesenjangan kompetensi lulusan dan tuntutan dunia kerja
  5. Mengetahui penyerapan, proses, dan posisi lulusan dalam dunia kerja:
  6. Menyiapkan lulusan sesuai dengan kompetensi yang diperlukan di dunia kerja;
  7. Membantu program pemerintah dalam rangka memetakan kegiatan lulusan PT Indonesia di dunia kerja.

Tahapan Tracer Study yang akan dilakukan sebagai berikut :

  1. Mengumpulkan data lulusan/alumni di masing-masing program studi;
  2. Mengembangkan konsep dan instrumen Tracer Study Alumni;
  3. Pengumpulan data dengan menyebarkan instrumen Tracer Study ke Alumni, baik melalui media pos, telpon maupun melalui media internet;
  4. Mengolah data hasil (analisis data) dari instrumen Tracer Study Alumni;
  5. Membuat laporan hasil Tracer Study Alumni ke pemangku kepentingan (Rektor, Wakil Rektor, Lembaga Penjaminan Mutu Universitas, Fakultas, Program Studi, Pusat Karir);

Manajemen pelaksanaan Tracer Study dalam perencanaan pengembangan UKWMM jangka panjang di bawah Pusat Karir yang bekerjasama dengan program studi akan dilaksanakan secara periodic satu tahun sekali. Kegiatan Tracer Study ini akan melacak jejak lulusan/alumni yang dilakukan 2 tahun setelah lulus.

Dampak Tracer Study yang diharapkan bagi UKWMM adalah :

  1. Struktur, sistem, dan fungsi Pusat Karir UKWMM akan lebih efektif dan lebih efesien;
  2. Pelaksanaan Tracer Study di Pusat Karir UKWMM lebih tertata dan teratur secara periodic;
  3. Data lulusan/alumni UKWMM di dunia kerja tersaji dengan baik, sehingga UKWMM dapat mengetahui daya serap, proses, dan posisi lulusan/alumni dalam dunia kerja;
  4. Data kesenjangan kompetensi lulusan dan tuntutan dunia kerja tersaji dengan baik, sehingga UKWMM dapat menyiapkan lulusan sesuai dengan kompetensi yang diperlukan di dunia kerja;
  5. Membantu program pemerintah dalam rangka memetakan kegiatan lulusan PT Indonesia di dunia kerja.